Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menjadi sorotan nasional. Kampus legendaris di Yogyakarta ini secara resmi membuka sekitar 10.000 kursi mahasiswa baru untuk tahun akademik 2026 melalui Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB). Kabar ini tentu jadi angin segar bagi para pejuang PTN yang sejak jauh-jauh hari menargetkan UGM sebagai kampus impian.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Direktorat Pendidikan dan Pengajaran (DPP) UGM, Dr. Sigit Priyanta, S.Si., M.Kom, sebagaimana dikutip dari laman resmi UGM pada Senin, 9 Februari 2026. Menariknya, penerimaan mahasiswa baru ini dibagi ke dalam beberapa jalur seleksi dengan komposisi kuota yang cukup strategis.
Lantas, bagaimana pembagian kuotanya? Jalur mana yang paling besar peluangnya? Dan bagaimana cara cek daya tampung UGM per program studi? Yuk, kita bahas satu per satu secara lengkap dan santai, biar nggak ada yang terlewat.
Gambaran Umum SNPMB 2026 di UGM
SNPMB 2026 menjadi gerbang utama bagi calon mahasiswa untuk masuk ke perguruan tinggi negeri, termasuk UGM. Tahun ini, UGM menegaskan komitmennya untuk tetap membuka akses pendidikan seluas-luasnya dengan menyediakan ribuan kursi untuk program sarjana (S1) dan sarjana terapan (D4).
Pernyataan Resmi dari UGM
Menurut Dr. Sigit Priyanta:
“Kalau total, calon mahasiswa baru yang diterima untuk program sarjana dan terapan sekitar 10 ribu mahasiswa.”
Angka ini menunjukkan bahwa UGM masih konsisten sebagai salah satu PTN dengan daya tampung terbesar di Indonesia.
Total 10.000 Kursi Mahasiswa Baru UGM 2026
Jumlah 10.000 kursi ini bukan angka kecil. Jika dianalogikan, ini seperti satu kota kecil yang diisi oleh generasi baru calon pemimpin bangsa. Ribuan mahasiswa ini nantinya akan disaring melalui tiga jalur utama, sesuai kebijakan nasional SNPMB.
Tiga Jalur Seleksi Resmi
UGM akan menerima mahasiswa baru melalui:
- Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)
- Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT)
- Jalur Mandiri UGM
Masing-masing jalur memiliki karakteristik, sistem seleksi, dan kuota yang berbeda.
Pembagian Kuota Jalur Masuk UGM SNPMB 2026
Salah satu poin paling krusial bagi calon mahasiswa adalah pembagian kuota. UGM mengikuti ketentuan panitia SNPMB dengan pembagian persentase sebagai berikut:
Rincian Persentase Kuota
- 30% jalur SNBP
- 30% jalur SNBT
- 40% jalur Mandiri
Dengan komposisi ini, jalur mandiri menjadi jalur dengan kuota terbesar.
Penjelasan dari Pihak UGM
Dr. Sigit menjelaskan bahwa:
“Untuk pembagian persentase kuota ini masih dalam proses terkait permintaan data jumlah kuota di masing-masing jalur. Sementara UGM masih menggunakan kuota persentase tahun lalu.”
Artinya, secara teknis persentase ini masih bisa menyesuaikan, namun besar kemungkinan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
Jalur Mandiri UGM Jadi yang Terbesar
Banyak yang mengira jalur mandiri peluangnya kecil. Faktanya, justru 40% kuota mahasiswa baru UGM berasal dari jalur ini.
Kenapa Jalur Mandiri Penting?
- Menjadi kesempatan kedua bagi yang gagal di SNBP atau SNBT
- Biasanya memiliki variasi skema seleksi
- Membuka peluang lebih luas untuk prodi favorit
Namun tentu saja, persaingannya tetap ketat. Jalur mandiri ibarat pintu terakhir sebelum kapal berlayar—kalau siap, ini bisa jadi penyelamat.
SNBP 2026: Jalur Prestasi Akademik
Apa Itu SNBP?
SNBP adalah jalur seleksi tanpa tes yang menilai:
- Nilai rapor
- Prestasi akademik dan non-akademik
- Rekam jejak sekolah
Kuota SNBP di UGM
UGM menyediakan sekitar 30% dari total kursi, atau kurang lebih 3.000 mahasiswa, melalui jalur ini.
Siapa yang Cocok di Jalur Ini?
- Siswa konsisten berprestasi
- Aktif lomba atau organisasi
- Punya nilai rapor stabil
SNBT 2026: Jalur Tes Nasional
Bagi kamu yang merasa “kurang kinclong” di rapor tapi pede dengan kemampuan tes, SNBT adalah jalur yang pas.
Sistem SNBT
- Menggunakan UTBK
- Fokus pada potensi akademik
- Tidak lagi menguji hafalan
Kuota SNBT UGM
Sekitar 30% atau 3.000 kursi dialokasikan lewat jalur ini.
UGM Sediakan 1.000 Kursi untuk Kelas Internasional (IUP)






