Kapal induk terbesar milik Amerika Serikat, USS Gerald R Ford, dilaporkan telah meninggalkan wilayah Timur Tengah setelah mengalami insiden kebakaran pada awal Maret 2026.
Kapal perang canggih tersebut kini berlabuh di Pangkalan Dukungan Angkatan Laut Souda, Pulau Kreta, Yunani, untuk menjalani proses pemeliharaan dan perbaikan setelah menjalankan operasi panjang di Laut Merah.
Penarikan USS Gerald R Ford dari kawasan konflik ini diungkap dalam laporan media internasional Bloomberg, yang menyebut keputusan tersebut diambil usai kebakaran terjadi di area laundry kapal. Insiden itu dipastikan tidak berkaitan dengan pertempuran melawan Iran dan berhasil dikendalikan oleh kru kapal.
Meski tidak menyebabkan kerusakan fatal, kebakaran tersebut berdampak cukup besar terhadap awak kapal. Ratusan personel dilaporkan terdampak, bahkan lebih dari 600 kru harus mengungsi dari area tempat tidur mereka akibat kerusakan fasilitas di dalam kapal.
Tak hanya insiden kebakaran, USS Gerald R Ford juga disebut menghadapi sejumlah masalah teknis lain. Laporan terbaru mengungkap adanya kekhawatiran terkait keandalan berbagai sistem utama kapal, mulai dari teknologi peluncuran dan pendaratan pesawat tempur, radar, hingga lift pengangkut senjata.
Penilaian dari Pentagon bahkan menyebutkan bahwa, meski telah hampir satu dekade sejak dikirimkan, masih belum tersedia cukup data untuk memastikan efektivitas operasional kapal ini dalam kondisi tempur nyata.
Selain itu, lamanya masa pengerahan juga menjadi sorotan. USS Gerald R Ford telah beroperasi selama sekitar sembilan bulan sejak Juni 2025—lebih lama dari durasi standar pengerahan kapal induk yang biasanya hanya sekitar tujuh bulan.
Selama misinya, kapal ini terlibat dalam berbagai operasi militer, mulai dari kawasan Karibia hingga Timur Tengah, termasuk dalam ketegangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Dengan ditariknya USS Gerald R Ford dari Timur Tengah, kini hanya tersisa satu kapal induk AS di kawasan tersebut, yaitu USS Abraham Lincoln, yang melanjutkan operasi militer di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.





