Langkah Keempat: Upgrade Skill yang Relevan
Dunia kerja berubah cepat. Skill hari ini bisa basi besok.
Identifikasi Skill yang Paling Dicari
Beberapa contoh skill yang banyak dibutuhkan:
- Digital marketing
- Data analysis
- Copywriting
- UI/UX
- Customer service berbasis digital
- AI & automation tools
Belajar Tidak Harus Mahal
Kita bisa memanfaatkan:
- Kursus online gratis
- Webinar
- YouTube edukatif
- Sertifikasi terjangkau
Yang penting bukan sertifikatnya, tapi kemampuan nyata.
Langkah Kelima: Aktif Mencari, Bukan Menunggu
Mencari kerja bukan lotre. Semakin aktif, semakin besar peluang.
Strategi Melamar Kerja yang Efektif
Tentukan Target Harian
Misalnya:
- 3–5 lamaran per hari
- 1 koneksi baru di LinkedIn
Gunakan Banyak Kanal
- Job portal
- Website perusahaan
- Grup komunitas
Manfaatkan Jaringan (Networking)
Banyak lowongan tidak pernah dipublikasikan. Mereka beredar lewat rekomendasi.
Jangan ragu:
- Menghubungi mantan rekan kerja
- Bertanya peluang ke kenalan
- Ikut komunitas profesi
Networking bukan minta belas kasihan, tapi membangun relasi.
Mengelola Keuangan Selama Masa Menganggur
Ini sering dilupakan, padahal krusial.
Langkah Bijak Mengatur Keuangan
- Hitung dana darurat
- Pangkas pengeluaran tidak penting
- Prioritaskan kebutuhan pokok
- Cari penghasilan sementara (freelance, part-time)
Dengan keuangan lebih stabil, kita bisa mencari kerja dengan kepala dingin.
Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik
Job hunting itu maraton, bukan sprint.
Rutinitas Sederhana Tapi Penting
- Olahraga ringan
- Tidur cukup
- Makan teratur
- Tetap bersosialisasi
Tubuh yang sehat membantu pikiran tetap jernih.
Menghadapi Penolakan Tanpa Menyerah
Penolakan itu bagian dari proses.
Ubah Cara Pandang Kita
Penolakan bukan berarti kita buruk, tapi:
- Belum cocok
- Belum waktu yang tepat
Ambil pelajaran, bukan luka.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Korban PHK






