Kesalahan yang Sering Dilakukan Korban PHK
Agar kita tidak terjebak, hindari:
- Terlalu lama meratapi keadaan
- Malas memperbarui skill
- Menunggu dipanggil tanpa usaha
- Membandingkan diri dengan orang lain
Setiap orang punya timeline masing-masing.
PHK Sebagai Kesempatan Rebranding Diri
PHK bisa jadi momen:
- Pindah jalur karier
- Naik level
- Mulai usaha
- Menjadi versi profesional yang lebih baik
Seperti ulat yang berhenti sejenak sebelum jadi kupu-kupu.
Ringkasan 5 Hal Penting yang Harus Dilakukan Korban PHK
- Tenangkan diri dan kelola emosi
- Evaluasi diri dan arah karier
- Perbarui CV dan profil profesional
- Upgrade skill yang relevan
- Aktif melamar dan membangun jaringan
Lakukan secara konsisten, bukan sekaligus.
Kesimpulan
PHK memang menyakitkan, tapi bukan akhir cerita. Dengan strategi yang tepat, sikap mental yang sehat, dan usaha yang konsisten, kita bisa bangkit dan bahkan menemukan pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya. Ingat, karier itu perjalanan panjang. Kadang kita harus berhenti sejenak, agar bisa melompat lebih jauh.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. Berapa lama waktu ideal mendapatkan kerja setelah PHK?
Waktu ideal berbeda-beda, rata-rata 2–6 bulan tergantung industri, skill, dan strategi melamar.
2. Apakah harus langsung melamar setelah PHK?
Tidak harus. Ambil waktu singkat untuk menenangkan diri, lalu mulai secara terencana.
3. Apakah usia jadi hambatan setelah PHK?
Usia bukan penghalang utama jika skill dan pengalaman relevan.
4. Lebih baik kerja apa saja atau tunggu yang sesuai?
Kombinasikan. Ambil kerja sementara sambil tetap mencari yang sesuai karier.
5. Apakah korban PHK perlu ganti bidang kerja?
Tidak wajib, tapi bisa jadi opsi jika peluang di bidang lama semakin sempit.






