Seharian di Melaka Wisata Seru Penuh Warisan

Melaka, kota bersejarah di Malaysia, tak hanya menyimpan kisah masa lalu yang menarik, tetapi juga menyuguhkan pengalaman wisata yang lengkap dalam sehari. Kalau kamu hanya punya waktu 24 jam di Melaka, tenang saja! Kita akan ajak kamu menjelajahi spot terbaik, kuliner lezat, dan aktivitas seru yang bisa kamu nikmati dari pagi sampai malam.

Mengenal Melaka: Permata Sejarah Malaysia

Melaka, atau Malacca, adalah kota yang kaya akan sejarah kolonial dari Portugis, Belanda, hingga Inggris. Lokasinya strategis di Selat Melaka menjadikannya pelabuhan penting di masa lampau. Hari ini, Melaka diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena kekayaan budaya, arsitektur, dan warisan sejarahnya yang terpelihara.

Pagi Hari: Menyusuri Jejak Kolonial

Pagi adalah waktu terbaik untuk menjelajahi bangunan bersejarah di sekitar Dutch Square. Area ini menampilkan:

Udara pagi yang segar sangat cocok untuk berjalan kaki sambil menikmati keindahan arsitektur kolonial.

Sarapan Khas Melaka yang Wajib Dicoba

Sebelum terlalu jauh berkeliling, isi energi dulu! Berikut beberapa pilihan sarapan khas Melaka:

  • Kaya Toast & Soft-boiled Egg: Roti panggang dengan selai kelapa.

  • Nyonya Laksa: Mi kuah santan pedas khas Peranakan.

  • Teh Tarik: Minuman nasional Malaysia yang creamy.

Cari kedai kopi lokal di sekitar Jalan Tokong atau Jalan Tun Tan Cheng Lock.

Menjelajahi Jonker Street di Siang Hari

Setelah kenyang, lanjut ke Jonker Street, pusat kehidupan budaya Melaka. Jalan ini dipenuhi toko antik, butik, dan galeri seni. Kalau datang di akhir pekan, Jonker Walk Night Market jadi daya tarik tersendiri di malam hari.

Belanja Souvenir Unik di Jonker Walk

Bingung oleh-oleh? Coba cari:

  • Kipas batik tangan

  • Pajangan keramik Peranakan

  • Cemilan dodol Melaka

  • Rempah-rempah khas Baba-Nyonya

Mampir ke Museum dan Bangunan Ikonik

Kamu bisa mampir ke beberapa museum di sekitar Jonker:

  • Museum Warisan Baba Nyonya

  • Museum Sejarah dan Etnografi

  • Cheng Ho Cultural Museum

Bangunan-bangunan ini membawa kita lebih dalam ke akulturasi budaya Cina, Melayu, dan Eropa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *