Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia adalah perjalanan panjang yang sarat makna, sejarah, dan nilai spiritual. Ibarat sungai besar, puasa Ramadan mengalir dari masa ke masa, melewati berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam hingga akhirnya sampai kepada kita hari ini. Dalam artikel ini, kita akan menyelami sejarah terbentuknya puasa Ramadan secara mendalam, runtut, dan mudah dipahami—bukan hanya sebagai kewajiban ibadah, tetapi juga sebagai proses pembentukan manusia yang utuh, lahir dan batin.
Pengertian Puasa dalam Islam
Makna Puasa Secara Bahasa
Secara bahasa, puasa berasal dari kata Arab shaum atau shiyam yang berarti menahan diri. Menahan dari apa? Dari segala sesuatu yang secara naluriah ingin kita lakukan: makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa.
Makna Puasa Secara Istilah Syariat
Dalam istilah syariat Islam, puasa berarti menahan diri dari makan, minum, dan segala pembatal puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai niat karena Allah. Jadi, puasa bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal niat dan kesadaran spiritual.
Puasa Sebelum Datangnya Islam
Tradisi Puasa pada Umat Terdahulu
Menariknya, puasa bukanlah ibadah yang hanya dikenal dalam Islam. Jauh sebelum Islam datang, umat-umat terdahulu sudah mengenal puasa sebagai bentuk ibadah dan pengendalian diri.
Beberapa contohnya:
- Kaum Yahudi melakukan puasa pada hari tertentu, seperti Yom Kippur
- Kaum Nasrani mengenal puasa dan pantang dalam periode tertentu
- Tradisi spiritual kuno menjadikan puasa sebagai sarana penyucian jiwa
Ini menunjukkan bahwa puasa adalah bahasa universal dalam dunia spiritual.
Puasa dalam Tradisi Arab Pra-Islam
Masyarakat Arab sebelum Islam juga mengenal puasa, meski belum memiliki aturan baku. Puasa dilakukan sebagai bentuk nazar, tradisi, atau ritual tertentu. Islam kemudian datang untuk meluruskan, menyempurnakan, dan memberi arah yang jelas.
Awal Mula Puasa dalam Islam
Puasa Sebelum Ramadan Diwajibkan
Pada awal masa Islam, umat Muslim belum langsung diwajibkan berpuasa Ramadan. Tahapan ini menunjukkan betapa Islam sangat memperhatikan kesiapan umatnya.
Puasa yang dikenal saat itu antara lain:
- Puasa Asyura (10 Muharram)
- Puasa sebagai bentuk nazar
- Puasa sunnah tertentu
Hikmah Tahapan dalam Syariat
Mengapa bertahap? Karena perubahan besar butuh proses. Ibarat belajar berenang, kita tidak langsung dilempar ke laut dalam. Puasa Ramadan pun diperkenalkan secara perlahan agar umat siap secara mental dan fisik.
Perintah Puasa Ramadan dalam Al-Qur’an






