Bulan Ramadan selalu datang membawa suasana yang berbeda. Ada rasa tenang, harap, sekaligus rindu pada ibadah-ibadah yang mungkin di luar Ramadan terasa berat, tapi di bulan ini justru terasa ringan. Ramadan adalah momen emas, kesempatan langka yang hanya datang setahun sekali. Pertanyaannya, sudahkah kita memanfaatkannya dengan amalan-amalan yang paling utama?
Dalam artikel ini, kita akan membahas 10 amalan di bulan Ramadan yang paling utama, lengkap dengan penjelasan mendalam, tips praktis, dan hikmah di balik setiap ibadah. Kita akan mengulasnya dengan gaya santai, mengalir, tapi tetap berbobot. Jadi, mari kita mulai perjalanan spiritual ini bersama-sama.
Keutamaan Bulan Ramadan dalam Islam
Sebelum masuk ke daftar amalan, ada baiknya kita memahami dulu mengapa Ramadan begitu istimewa.
Ramadan sebagai Bulan Penuh Ampunan
Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ia adalah bulan:
- Penuh ampunan
- Penuh rahmat
- Penuh pembebasan dari api neraka
Ibarat hujan di musim kemarau, Ramadan datang untuk menyuburkan kembali iman yang mungkin mulai kering.
Mengapa Amalan di Bulan Ramadan Dilipatgandakan?
Setiap kebaikan di bulan ini bernilai lebih besar. Satu amalan bisa setara dengan puluhan bahkan ratusan pahala di bulan lain. Maka wajar jika para ulama menyebut Ramadan sebagai bulan investasi akhirat.
1. Puasa Ramadan: Amalan Pokok yang Paling Utama
Hakikat Puasa Lebih dari Sekadar Menahan Lapar
Puasa bukan cuma soal perut kosong. Puasa adalah latihan pengendalian diri—menahan emosi, hawa nafsu, dan pikiran negatif.
Puasa sebagai Pondasi Semua Amalan Ramadan
Tanpa puasa, amalan Ramadan terasa pincang. Puasa adalah fondasi utama yang menopang ibadah-ibadah lainnya, seperti:
- Salat malam
- Membaca Al-Qur’an
- Sedekah
2. Salat Tarawih dan Qiyamul Lail
Tarawih: Ibadah Malam yang Penuh Cahaya
Salat tarawih adalah ciri khas Ramadan. Meski hukumnya sunnah, keutamaannya sangat besar. Setiap rakaat terasa seperti menghapus lelah seharian.
Qiyamul Lail sebagai Penguat Iman
Jika tarawih adalah pintu, maka qiyamul lail adalah ruang terdalamnya. Bangun di sepertiga malam terakhir, meski berat, justru di situlah kenikmatan spiritual terasa paling nyata.
3. Membaca dan Mentadabburi Al-Qur’an
Ramadan sebagai Bulan Turunnya Al-Qur’an
Al-Qur’an diturunkan di bulan Ramadan. Maka, membacanya di bulan ini seperti pulang ke rumah asal.
Target Khatam Al-Qur’an di Bulan Ramadan
Kita bisa membuat target realistis:
- 1 juz per hari
- Atau 2–3 halaman setiap selesai salat
Yang terpenting bukan jumlah, tapi konsistensi dan pemahaman.
4. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar







