Jenis-Jenis Bunga Floating KPR
Tidak semua bunga floating itu sama. Ada beberapa tipe yang perlu kita tahu.
1. Pure Floating
Bunga langsung mengikuti pasar tanpa penundaan.
2. Soft Floating
Bunga floating tetapi dengan batas maksimal (cap). Misalnya maksimal naik 2%.
3. Floating with Floor and Cap
Ada batas minimum dan maksimum.
Bunga Floating vs Bunga Fixed: Mana yang Lebih Baik?
Mari kita bandingkan secara ringkas:
| Aspek | Bunga Floating | Bunga Fixed |
|---|---|---|
| Perubahan Cicilan | Bisa berubah | Stabil |
| Risiko | Lebih tinggi | Lebih rendah |
| Potensi Cicilan Turun | Ada | Tidak ada |
| Cocok Untuk | Jangka panjang | Awal masa kredit |
Contoh Perhitungan Bunga Floating KPR
Misal:
-
Pinjaman KPR: Rp 500 juta
-
Bunga floating awal: 10% → naik ke 11%
-
Tenor: 20 tahun
Dampak Perubahan Bunga
-
Sebelum naik → cicilan sekitar Rp 4 jutaan
-
Setelah naik → cicilan naik menjadi sekitar Rp 4,3 jutaan
Perbedaan Rp 300.000 per bulan cukup besar jika dihitung 12 bulan.
Kapan Waktu Terbaik Memilih Bunga Floating?
Bunga floating lebih menguntungkan jika:
-
Suku bunga acuan sedang turun
-
Kondisi ekonomi stabil
-
Kita punya dana darurat yang kuat
-
Kita berencana melunasi KPR lebih cepat
Tips Memilih Bunga Floating KPR agar Tidak Rugi
1. Selalu Bandingkan Penawaran Bank
Gunakan platform pembanding atau tanya langsung ke pihak bank.
2. Perhatikan Rasio BI Rate
Jika BI Rate sedang rendah, floating cenderung menguntungkan.
3. Sedia Dana Cadangan
Setidaknya 3–6 kali cicilan untuk mengantisipasi lonjakan.
4. Perhatikan Syarat dan Ketentuan
Beberapa bank menetapkan biaya administrasi tambahan saat terjadi perubahan bunga.
Apakah Bunga Floating KPR Aman?
Aman, selama kita memahami risikonya dan memiliki kemampuan finansial untuk menghadapi kenaikan cicilan. Banyak nasabah yang tetap memilih floating karena potensi turunnya cicilan cukup besar.
Cara Negosiasi agar Dapat Bunga Floating Lebih Rendah






