Cara Negosiasi agar Dapat Bunga Floating Lebih Rendah
-
Tunjukkan rekam jejak kredit yang baik
-
Berikan DP lebih besar
-
Pilih tenor lebih pendek
-
Ambil produk cross-selling (tabungan, kartu kredit, payroll)
Kesalahan Umum Saat Memilih Bunga Floating
1. Tidak Mempersiapkan Dana Cadangan
Naiknya bunga akan terasa berat.
2. Tidak Membaca Kontrak
Beberapa bank punya ketentuan tersembunyi.
3. Terlalu Bergantung pada Prediksi
Tidak ada yang bisa memastikan kondisi pasar.
KPR Bunga Floating untuk Milenial: Apakah Cocok?
Untuk milenial dengan penghasilan terus bertumbuh, bunga floating bisa menjadi pilihan cerdas karena cicilan akan terasa lebih ringan seiring peningkatan pendapatan.
Kesimpulan
Bunga floating KPR adalah pilihan yang fleksibel, tetapi sekaligus memiliki risiko karena cicilan dapat berubah mengikuti kondisi pasar. Untuk Anda yang siap dengan dinamika suku bunga dan berani mengambil peluang mendapatkan cicilan lebih rendah, bunga floating bisa menjadi pilihan tepat.
Yang penting, pastikan kita memahami cara kerjanya, memperhitungkan risiko, dan selalu menyediakan dana cadangan.
Dengan perencanaan yang matang, KPR dengan bunga floating dapat menjadi solusi ideal untuk mewujudkan rumah impian.
FAQ
1. Apakah bunga floating selalu lebih mahal?
Tidak selalu. Saat suku bunga acuan turun, bunga floating bisa lebih murah.
2. Apakah cicilan bisa turun jika bunga floating turun?
Ya, bank akan menyesuaikan cicilan sesuai suku bunga terbaru.
3. Apakah bisa pindah dari floating ke fixed?
Tergantung kebijakan bank. Beberapa bank memungkinkan refinancing.
4. Kapan bunga floating paling menguntungkan?
Saat BI Rate dalam tren menurun.
5. Apakah cocok untuk KPR jangka pendek?
Tidak disarankan, karena perubahan bunga terlalu cepat terasa.






