Filosofi di Balik Setiap Bagian Rumah Adat Baduy
Setiap rumah adat Baduy dibangun berdasarkan aturan adat yang ketat dan sarat makna.
Arah Rumah Wajib Menghadap Utara–Selatan
Mengapa demikian?
-
Untuk menghormati leluhur yang dipercaya berasal dari arah tersebut
-
Menjaga harmoni dengan alam
-
Menolak energi negatif sesuai kepercayaan Baduy
Larangan Membangun dengan Pola yang Mengganggu Alam
Rumah tidak boleh mengubah kontur tanah. Jika ingin mendirikan rumah, mereka mengikuti kontur alami bukit, sungai, atau tanah tanpa meratakannya.
Struktur Rumah Adat Baduy
Mari kita bedah bagian demi bagian rumah adat Baduy.
1. Kolong Rumah
Bagian bawah rumah tidak digunakan untuk menyimpan barang. Fungsinya lebih ke:
-
Menjaga sirkulasi udara
-
Mengurangi kelembapan
-
Ruang untuk hewan peliharaan kecil
2. Ruang Tengah (Tepas)
Ini adalah area untuk menerima tamu, sekaligus tempat berkumpul keluarga. Suasananya sederhana namun hangat.
3. Ruang Tidur
Tidak ada kamar khusus. Pembagian ruang sangat minimalis dan lebih mengarah pada fungsi.
4. Dapur (Hareup Imah / Haur)
Dapur berada di bagian belakang rumah. Peralatan masak biasanya berupa:
-
Tungku kayu
-
Wajan tradisional
-
Peralatan bambu
Asap dari masakan membantu mengawetkan bambu sehingga rumah menjadi lebih tahan lama.
Aturan dalam Pembangunan Rumah Adat Baduy
Masyarakat Baduy memiliki aturan khusus saat membangun rumah.
Dilarang Menggunakan Paku dan Alat Modern
Mengapa?
Karena penggunaan teknologi dianggap bertentangan dengan adat leluhur. Sebagai gantinya, mereka menggunakan rotan sebagai pengikat semua struktur.
Proses Gotong Royong
Pembangunan dilakukan bersama-sama. Tidak ada sistem upah. Ini menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan.
Arsitektur Rumah Baduy: Sederhana Tapi Kuat






