Tanaman Etiolasi

Ciri Ciri Tumbuhan yang Mengalami Etiolasi

Posted on

Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa tumbuhan di dalam ruangan itu berwarna pucat dan lebih tinggi jika dibandingkan dengan tanaman yang berada di halaman rumah? Hal tersebut dikarenakan tumbuhan tersebut mengalami etiolasi. Simak ciri-ciri tumbuhan yang mengalami etiolasi di bawah ini.

Ciri-Ciri Khusus Tumbuhan yang Mengalami Etiolasi di Sekitarmu

Akar

Apakah kamu pernah mengamati tumbuhan yang disemai menggunakan media air dan diletakkan di dalam ruangan? Bagaimana kondisi akarnya?

Akar tumbuhan yang mengalami etiolasi cenderung tidak lebat dan tidak kuat sehingga mudah patah.

Batang

Batang tumbuhan yang kurang mendapat sinar matahari atau berada di dalam ruangan yang gelap akan lebih tinggi, banyak menyimpan air, jarak antar ruas lebih panjang, dan mudah patah. Batang yang mudah patah disebabkan oleh lemahnya dinding-dinding sel pada batang.

Hal tersebut dipicu karena aktifnya hormon pertumbuhan auksin. Hormon auksin akan aktif jika tumbuhan tidak mendapat sinar matahari. Hormon auksin akan merangsang tumbuhan untuk bertumbuh semakin tinggi dan hanya bisa dihambat oleh sinar matahari.

Tidak adanya sinar matahari menyebabkan batang berwarna lebih pucat dan kurus. Hal tersebut terjadi karena tumbuhan tidak mengalami fotosintesis dengan sempurna sehingga tidak ada kandungan klorofil di batang tumbuhan.

Daun

Morfologi daun pada tumbuhan yang mengalami etiolasi relatif berwarna pucat, berukuran kecil-kecil, dan tipis. Dinding-dinding sel pada daun melemah sehingga membuat daun lebih rapuh dan mudah patah.

Daun yang tidak mendapatkan sinar matahari itu tandanya tidak bisa melakukan proses fotosintesis dengan sempurna, sehingga produksi klorofil di daun tidak ada. Hal tersebut yang menyebabkan daun berwarna pucat atau kekuning-kuningan. Tidak adanya zat klorofil pada daun dikenal dengan sebutan klorosis.

Contoh Etiolasi pada Kacang Hijau

Kamu bisa mengamati terjadinya etiolasi pada tumbuhan dengan melakukan percobaan penyemaian kecambah pada kacang hijau.

Berdasarkan kedudukannya di dalam taksonomi, kacang hijau memiliki klasifikasi sebagai berikut: kingdom Plantae, divisi Magnoliophyta, kelas Magnoliopsida, ordo Fabales, famili Fabaceae, genus Vigna, spesies Vigna radiata. Berikut adalah percobaan etiolasi pada tanaman kacang hijau.

Tempatkan pada Tempat yang Berbeda (Wadah A dan B)

Percobaan yang dilakukan biasanya meletakkan beberapa biji kacang hijau pada dua tempat yang berbeda, misalnya saja wadah A dan B. Media tanam yang digunakan di kedua wadah sama, pengairan yang diberikan juga sama.

Wadah A diletakkan di tempat gelap dan wadah B di tempat terang yang mendapat intensitas cahaya matahari yang baik. Beberapa hari kemudian biji kacang hijau akan tumbuh. Selanjutnya perbedaan pertumbuhan kecambah kacang hijau bisa dibandingkan.

Kacang Hijau yang Mengalami Etiolasi

Kecambah di wadah yang mana yang mengalami etiolasi? Pasti kamu akan menjawab kecambah di wadah A.

Kecambah di wadah A akan memiliki ciri-ciri batang yang tumbuh lebih tinggi, berwarna putih pucat, kurus dan mudah patah, sedangkan daunnya akan berukuran kecil-kecil, berwarna putih kekuning-kuningan, dan akarnya tidak rimbun.

Hal itu berbeda dengan pertumbuhan kecambah di wadah B yang selalu mendapat sinar matahari. Kecambah tumbuh lebih pendek daripada di wadah A, batangnya kokoh, berwarna kehijauan, sedangkan daunnya akan berukuran besar, berwarna hijau, dan akarnya rimbun juga kuat.

Kecambah di wadah A akan bisa tumbuh normal apabila dipindahkan di tempat yang mendapat intensitas cahaya matahari. Perlahan daunnya akan berubah menjadi hijau dan berukuran lebih besar. Akarnya akan semakin rimbun dan kuat. Batangnya akan lebih kokoh, berwarna kehijauan, dan tingginya akan semakin normal.

Selain pada uji coba kecambah kacang hijau, proses etiolasi juga dapat terjadi pada uji coba semai biji jagung yang diletakkan di tempat gelap dan terang.

Untuk menghindari tanaman indoor mengalami etiolasi, sebaiknya tanaman diletakkan di dekat jendela kaca yang mendapat cahaya matahari supaya proses fotosintesis tetap berlangsung.

Kamu sudah mengetahui ciri-ciri tumbuhan yang mengalami etiolasi. Jadi, sekarang jika kamu melihat tanaman yang pucat, batangnya tinggi, akarnya tidak rimbun, dan daunnya kekuning-kuningan sudah tidak bingung lagi. Kamu juga sudah tahu apa yang harus dilakukan jika menemukan tumbuhan seperti itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *