6 Perusahaan Terdampak Corona, Bagaimana Nasip Pekerja ?

Posted on

Pandemi virus corona mengguncang perekonomian Indonesia. Gelombang pemutusan hubungan kerja alias PHK pun tak terelakkan. Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan per 16 April 2020, ada 1,9 juta orang pekerja yang di-PHK dan dirumahkan.

Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan bahkan mengungkapkan angka pengangguran di Indonesia bisa semakin memburuk. Berdasarkan hasil simulasi dampak COVID-19 yang dibuat pemerintah, BKF memprediksi angka pengangguran bisa bertambah pada kisaran 2,9 juta orang sampai lebih dari 5 juta orang. Simulasi tersebut memberikan skenario mulai dari dampak berat hingga sangat berat alias skenario terburuk.

Berbagai perusahaan ternama di Indonesia pun sudah mengakui secara terbuka soal adanya langkah merumahkan hingga melakukan PHK karyawan. Mulai dari gerai ritel raksasa seperti Ramayana dan Matahari hingga startup unicorn Traveloka. Berikut rangkuman dari kumparan, Selasa (28/7):

1. KFC

Pemegang lisensi KFC Indonesia, PT Fast Food Indonesia (FAST) yang mengaku telah menutup sekitar 97 gerai lantaran adanya penutupan pusat-pusat perbelanjaan karena penerapan PSBB.

“Perseroan menyampaikan bahwa terdapat 97 gerai yang ditutup karena mal/plaza dinyatakan harus tutup karena dampak COVID-19 di mana hal tersebut juga dialami oleh seluruh tenant atau penyewa dalam mal/plaza yang tutup tersebut (bukan hanya gerai kami). Hal ini terjadi di berbagai kota di Indonesia bukan hanya di Jakarta,” ujar Direktur FAST Dalimin Juwono dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (28/4).

Dengan banyaknya gerai yang tutup dan terbatasnya operasional gerai yang lain, Dalimin juga tidak menampik bahwa perseroan melakukan penyesuaian beban upah kepada pegawai selama periode wabah COVID-19.

“Penyesuaian beban upah tersebut dilakukan dengan mekanisme penurunan dan penundaan beban upah yang bervariasi dengan penurunan terbesar di tingkat manajemen senior ke atas,” ujarnya.

Selain itu, perseroan juga melakukan penyesuaian pembayaran THR dengan mekanisme penurunan dan penundaan yang bervariasi. Dalimin mengklaim penurunan terbesar di tingkat manajemen senior ke atas.

Sedangkan untuk karyawan yang bekerja di Store Level, manajeman FAST menyatakan tidak akan mengenakan pemotongan upah namun dikenakan penundaan sebagian kecil pembayaran upah.

Meski demikian, FAST juga tidak menampik telah merumahkan ratusan karyawan akibat kondisi yang sulit ini. “Untuk Pekerja Store Level yang dirumahkan akan menerima pemotongan upah dan penundaan sebagian kecil pembayaran upah,” tandasnya.

Menurut data Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia (KPSPBI), ada sekitar 450 pekerja KFC yang saat ini dirumahkan.

2. Ramayana

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk melakukan PHK pada sebanyak 87 karyawan. Kasus PHK tepatnya terjadi di Ramayana City Depok, Jawa Barat.

Santernya kabar PHK tersebut karena viral di sosial media Twitter yang salah satunya diunggah oleh @wawat_kurniawan. Video berdurasi sekitar 1 menit 19 detik itu menampilkan tangis haru para pegawai Ramayana yang berseragam biru dan merah muda.

Store Manager Ramayana City Plaza Depok M Nukmal Amdar pun membenarkan kabar PHK yang terjadi tersebut. Ia mengungkap kejadian di video itu terjadi pada tanggal 4 April 2020 lalu.

Nukmal bilang, kondisi Ramayana City Plaza Depok ditengah Pandemi corona memang mengalami penurunan sales yang terbilang sangat besar. Sehingga, biaya tidak bisa tertutupi dan untuk proyeksi ke depan akan semakin berat hingga akan ditutup.

Baca   HP Murah Berbaterai Jumbo untuk memenuhi kebutuhan selama Pandemi

“Harapan sales di season Lebaran sudah tidak bisa diharapkan lagi, sehingga pihak Management Pusat mengambil keputusan tutup operasional,” tuturnya ketika dihubungi kumparan, Rabu (8/4).

Kendati demikian, pihaknya memastikan PHK terhadap 87 karyawan Ramayana tersebut, dilakukan dengan memenuhi prosedur yang berlaku.

3. Matahari

Manajemen PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) memutuskan untuk menutup sementara seluruh gerai secara nasional. Keputusan manajemen ini bertujuan untuk mencegah meluasnya pandemi COVID-19 dan juga mendukung gerakan nasional #Dirumahaja.

Karyawan di seluruh gerai pun dirumahkan. Karyawan yang dirumahkan tetap memperoleh gaji, namun tidak dibayar penuh. Makin tinggi jabatan, pemotongan gaji semakin besar.

Sementara untuk karyawan di kantor pusat, mereka menjalani sistem kerja dari rumah (Work From Home/WFH). Perusahaan memberikan gaji penuh selama WFH, namun bagi karyawan yang memilih mengambil cuti selama masa WFH, maka perusahaan tidak akan membayar gaji atau cuti tak berbayar.

“Penutupan sementara seluruh gerai secara nasional Matahari telah mengkomunikasikan kepada seluruh karyawannya secara nasional bahwa sebagai langkah sukarela untuk menjaga kesehatan para karyawan,” tulis perusahaan dalam keterangan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/4).

4. Garuda Indonesia

Mimpi Sekar (bukan nama sebenarnya) untuk terus menjadi seorang pramugari kandas seketika. Semakin terpuruknya dunia penerbangan akibat merebaknya virus corona membuat perempuan berusia 26 tahun ini mesti rela dirumahkan.

Padahal semestinya Sekar bakal merayakan genap dua tahun ia bekerja sebagai pramugari Garuda Indonesia bulan April ini. Ia bahkan sudah membayangkan bakal sepenuhnya menjadi karyawan dan melewati ratusan penerbangan bersama maskapai pelat merah itu. Akan tetapi harapannya itu gugur, ia dirumahkan sebulan sebelum kontraknya berakhir.

“Dirumahkan selamanya, enggak ada (pesangon dan insentif lain) sudah aja gitu di rumah,” ceritanya kepada kumparan, Senin (6/4).

Sejatinya ia belum merelakan keputusan tersebut hingga kini, menjelang dua minggu sejak mulai dirumahkan. Namun, lantaran statusnya yang masih terdaftar sebagai karyawan yang hanya terikat Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), ia tak punya kuasa apa-apa untuk menolak.

“Jadi semua yang kontraknya akan selesai di bulan april ini ya diselesaikan aja. Mereka punya alasan kalau mereka tidak merumahkan kami dan tidak mem-PHK, hanya tidak melanjutkan kontrak saja,” sambungnya.

Sekar tidak sendirian, setidaknya menurut dia, ada 100 rekannya yang mengalami nasib serupa. Ia mafhum maskapai tempatnya bekerja itu tengah begitu terpuruk secara keuangan.

Soal masalah keuangan Garuda ini, Menteri BUMN Erick Thohir juga mengakuinya. Erick Thohir mengakui kepada Komisi IX DPR bahwa Garuda Indonesia jadi perusahaan BUMN yang terlilit utang paling berat.

“Utang BUMN jatuh tempo ini Garuda paling berat, ada USD 500 juta jatuh tempo pada Juni 2020. Sekarang penerbangan ditutup semua, sudah tentu cashflow negatif,” ujarnya dalam rapat kerja virtual bersama Komisi IX DPR RI, Jumat (3/4).

5. Traveloka

Pandemi COVID-19 memukul sektor pariwisata, tak terkecuali bagi penyedia layanan pemesanan perjalanan. Traveloka pun terpaksa melakukan PHK terhadap karyawannya.

Baca   10 Maskapai Pemilik Pramugari Tercantik Sedunia

Asia Nikkei melaporkan, startup unicorn Indonesia ini telah mengalami penurunan permintaan bepergian yang signifikan selama wabah corona terjadi. Sumber pihaknya menyebut, PHK karyawan Traveloka mencapai 100 karyawan.

“Pemotongan yang mempengaruhi sekitar 100 orang atau 10 persen dari karyawan startup (Traveloka). Terjadi minggu lalu, menurut sebuah sumber, yang mengatakan beberapa dari mereka, masih dibayar setengah dari gaji reguler mereka,” ujar sumber Asia Nikkei dikutip kumparan, Jumat (10/4).

kumparan telah mengonfirmasi kebenaran informasi ini kepada Traveloka, namun hingga berita ini ditayangkan belum ada respons. Meski begitu, pimpinan Bisnis Transportasi Traveloka, Caesar Indra, yang dikutip Nikkei Asia dari konferensi pers online pada Selasa lalu, mengatakan perusahaan memang telah menerima banyak permintaan pengembalian uang (refund) dari pelanggan yang disebabkan oleh pandemi corona.

“Kami mulai melihat penurunan dalam perjalanan dan pemesanan, dan volume pengembalian besar-besaran kembali pada bulan Februari di Thailand, ketika pemerintah mereka mencegah orang bepergian. Situasi menjadi menurun setelah itu,” kata Indra.

Sebuah sumber menguatkan, jika bukan karena pandemi corona, Traveloka tidak perlu sampai memberhentikan karyawannya. “Traveloka adalah salah satu perusahaan dengan disiplin keuangan yang sangat bijaksana,” kata salah seorang sumber dikutip dari Asia Nikkei.

6. Indosat

Setelah pada Februari 2020 melakukan PHK terhadap 677 karyawan, Indosat kembali melakukan langkah serupa pada akhir Maret, namun tak disebutkan jumlahnya. Gelombang PHK fase lanjutan telah dilakukan pada akhir Maret 2020, kemudian akan berlanjut pada 30 April dan 30 Juni 2020.

Director & Chief Human Resources Officer Indosat Ooredoo, Irsyad Sahroni menjelaskan, perusahaan menyiapkan anggaran Rp 663 miliar untuk kompensasi PHK karyawan.

Dana tersebut dialokasikan ke angkatan pertama sebesar Rp 343 miliar untuk 328 karyawan yang terkena dampak. Jumlah itu tidak termasuk bonus 2019 sebesar Rp 18,3 miliar yang akan dibayarkan sebelum 15 April.

“Kami telah menyelesaikan reorganisasi perusahaan kami pada akhir Februari, dan 92 persen karyawan yang terkena dampak telah menerima kompensasi yang jauh lebih baik daripada yang dipersyaratkan oleh Undang-undang,” kata Irsyad berdasarkan keterangan resminya, Kamis (2/4).

Irsyad menuturkan perusahaan telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membantu karyawan yang terkena dampak reorganisasi. Ia mengungkapkan perusahaan saat ini sedang proses mediasi dengan 52 karyawan terdampak yang memutuskan untuk menolak tawaran kompensasi dan melalui penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Irsyad menegaskan permasalahan yang sedang dijalani oleh pihaknya bersama karyawan ini sudah berlangsung sebelum virus corona menyebar di Indonesia.

Irsyad menjelaskan, langkah yang diambil ini adalah reorganisasi bisnis yang dilakukan sebagai bagian dari strategi tiga tahun ke depan untuk bertransformasi menjadi brand yang lebih gesit dan terpercaya. Menurutnya, proses ini telah diterima oleh 92 persen dari total 677 karyawan Indosat yang terkena dampak dan telah menjalani fase transisi yang lancar pada akhir Maret lalu.

Sumber: Kumparan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *