Chery mencatatkan pencapaian besar dengan menjadi eksportir mobil nomor satu di China, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen otomotif dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Kinerja gemilang ini tercermin dalam laporan tahunan perusahaan yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam penjualan global sepanjang tahun 2025.
Dalam laporan tersebut, Chery mengumumkan total penjualan kendaraan global mencapai 2.806.393 unit hingga akhir 2025. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 7,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut bukan hanya menegaskan daya saing Chery di pasar internasional, tetapi juga memperlihatkan keberhasilan strategi ekspansi global yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir.
Keberhasilan Chery menjadi eksportir mobil terbesar di China tidak lepas dari strategi diversifikasi merek yang agresif. Grup ini memiliki portofolio sub-brand yang luas dan menjangkau berbagai segmen pasar. Selain merek utama Chery, perusahaan juga mengembangkan sejumlah brand lain seperti Jaecoo, Jetour, Exeed, iCar, hingga Luxeed. Kehadiran berbagai sub-brand ini memungkinkan Chery untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan dan preferensi yang berbeda di berbagai negara.
Dengan strategi tersebut, Chery mampu memperluas pangsa pasar sekaligus memperkuat identitasnya sebagai perusahaan otomotif global. Setiap sub-brand dirancang dengan positioning yang unik, mulai dari kendaraan premium hingga mobil listrik dan kendaraan pintar, sehingga memperkaya ekosistem produk yang ditawarkan kepada konsumen.
Namun, ambisi Chery tidak berhenti pada industri otomotif semata. Perusahaan ini juga mulai bergerak ke sektor teknologi masa depan, khususnya dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan robot humanoid. Langkah ini menjadi bagian dari visi jangka panjang untuk bertransformasi menjadi perusahaan teknologi global yang terintegrasi.
Ketua Chery Group, Yin Tongyue, mengungkapkan bahwa perusahaan banyak belajar dari dua raksasa industri otomotif dunia, yaitu Toyota dan Tesla. Menurutnya, Toyota menjadi inspirasi dalam hal sistem kualitas yang unggul dan konsistensi produksi. Sementara itu, Tesla menjadi contoh dalam hal inovasi dan kemampuan menciptakan disrupsi di industri.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Chery tidak hanya fokus pada pertumbuhan kuantitas, tetapi juga kualitas dan inovasi. Dengan menggabungkan prinsip kualitas ala Toyota dan semangat inovasi ala Tesla, Chery berupaya menciptakan fondasi yang kuat untuk menghadapi persaingan global di masa depan.
Dalam beberapa tahun terakhir, Chery juga mulai mengembangkan unit bisnis baru yang berfokus pada robot dan AI. Salah satu proyek yang sedang dikembangkan adalah AiMOGA, sebuah robot humanoid yang dirancang untuk kebutuhan sehari-hari. Berbeda dengan banyak perusahaan lain yang mengembangkan robot untuk keperluan industri, Chery justru menargetkan penggunaan robot dalam kehidupan masyarakat secara luas.
Menurut Yin Tongyue, terdapat kesamaan mendasar antara teknologi otomotif dengan robot dan AI. Ia menjelaskan bahwa mobil pintar pada dasarnya merupakan robot yang dapat bergerak. Teknologi seperti persepsi, perencanaan, dan pengambilan keputusan menjadi elemen penting yang sama-sama digunakan dalam kendaraan cerdas dan robot humanoid.
Kesamaan inilah yang menjadi keunggulan Chery dalam mengembangkan teknologi robot. Dengan pengalaman puluhan tahun dalam industri otomotif, perusahaan telah memiliki kemampuan rekayasa manufaktur, sistem manajemen, serta standar kualitas yang tinggi. Semua keahlian ini kemudian diterapkan dalam pengembangan robot.
Chery memanfaatkan konsep pembuatan mobil untuk menciptakan robot yang efisien, berkualitas tinggi, dan dapat diproduksi secara massal. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk menghadirkan robot yang tidak hanya canggih, tetapi juga ekonomis dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
Lebih lanjut, Yin Tongyue menjelaskan bahwa teknologi “otak berbasis silikon” yang sebelumnya digunakan dalam mobil pintar kini diperluas ke berbagai bentuk robot. Dengan demikian, robot AiMOGA tidak hanya memiliki kecerdasan tinggi, tetapi juga tingkat keamanan yang baik serta kemampuan operasional yang stabil.
Langkah Chery dalam mengembangkan robot humanoid juga menunjukkan arah baru industri otomotif yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital. Di masa depan, batas antara kendaraan, robot, dan sistem AI diperkirakan akan semakin kabur, menciptakan ekosistem teknologi yang saling terhubung.
Keberanian Chery untuk berinvestasi di sektor ini menjadi sinyal bahwa perusahaan tidak ingin tertinggal dalam revolusi teknologi yang sedang berlangsung. Dengan menggabungkan kekuatan di bidang otomotif dan inovasi digital, Chery berpotensi menjadi pemain kunci dalam era mobilitas masa depan.
Pencapaian sebagai eksportir mobil terbesar di China hanyalah salah satu langkah dalam perjalanan panjang Chery. Dengan strategi yang mencakup ekspansi global, diversifikasi produk, serta inovasi teknologi, perusahaan ini menunjukkan kesiapan untuk menghadapi tantangan industri di masa depan.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Chery akan berkembang menjadi lebih dari sekadar produsen mobil. Perusahaan ini berpotensi menjelma menjadi raksasa teknologi global yang memainkan peran penting dalam membentuk masa depan mobilitas, kecerdasan buatan, dan robotika.






